Kamis, 26 Januari 2017

Liyla and The Shadow of War ~ Menyambung Pesan Lewat Game

Pernahkah kamu mendengar Liyla and The Shadow of War? Game yang cukup familiar dikalangan pencinta game yang sempat ditolak Apple untuk menampilkannya di App Store karena mengandung politik. Game-nya sendiri merupakan karya Rasheed Abueidah dari Palestina yang mengalami pengalaman pahit yang disaksikannya karena konflik Israel dan Palestina.

Game ini cukup singkat, di mana kamu berperan sebagai seorang ayah yang berusaha menemukan keluarga kecilnya agar selamat dari teror dan peperangan yang menimpa mereka. Dengan berhasil melalui gempuran roket yang sewaktu-waktu bisa menerjangnya, sang ayah berjumpa dengan istri dan anaknya (Liyla). Mereka juga harus kembali mencari tempat yang aman agar terhindar dari kematian di Gaza. Navigasi dalam game ini menunjukkan hal yang sebenarnya terjadi layaknya perang Gaza.


Gambar 1. Tampilan game

Di awal game, kamu yang sebagai ayah akan berjuang menjumpai keluarganya dari konflik Palestina. Di sana kamu sudah dihampiri roket yang menyambutmu. Terus berusaha menghindarinya dan capai tujuan tokoh utama agar berjumpa dengan keluarganya.

Selanjutnya mengikuti cerita dalam game ini untuk lolos dari ancaman roket dan berbagai marabahaya lainnya. Usahakan memilih yang paling memungkinkan selama di medan perang agar kamu tetap selamat dan kamu akan melihat bagaimana kejadian yang sebenarnya selama perang Gaza.


Gambar 2. Tampilan petualang

Sebelumnya pernah dikatakan game ini ditolak oleh Apple yang mengandung unsur politik, yang akhirnya pihak Apple menyarankan kategori News atau Reference. Dengan penolakan dari Apple tersebut, developer game menyebar penolakannya di Twitter dan menuai banyak pro-kontra bagi pembaca. Akhirnya game ini diterima oleh Apple dengan banyaknya dukungan dari pembaca dan meraih penghargaan di Reboot Develop Indie Award.

Dengan berdasarkan kisah nyata, game ini berhasil menarik simpati dengan menunjukkan animasi yang halus dan musikal yang selaras, yang membuat pengalaman pemain bercampur aduk. Tidak hanya itu, pesan yang ingin disampaikan Rasheed pun tersampaikan, bagaimana rasanya ketakutan, kesedihan, kepedihan dan empati dalam menerjang beragam rintangan demi keluarga tercinta. Mungkin saya sendiri yang memainkannya ikut terbawa.


Gambar 3. Akhir cerita

Melalui game Liyla and The Shadow of War menyadarkan kita kembali bahwa konflik Palestina belum menemui kata usai. Tidak ada penyelesaian terhadap perang itu dan game ini membawa pesan agar kita kembali membantu mereka. Di sisi lain media game juga menunjukkan bahwa game salah satu media penyampai pesan yang kuat dan bisa mempengaruhi banyak orang.

Bagi kamu yang ingin mencobanya, kamu bisa mendownloadnya di store Apple maupun Google dengan ukuran 70-80 mb. Kamu juga bisa memainkannya sambil offline untuk hemat baterai dan kuota. Oh ya game ini sudah di unduh lebih dari 100 ribu unduhan dan bila kamu ingin memainkannya, disaranakan lokasi yang gelap dan memakai headset agar semakin terasa suasana permainannya.

Oleh: Ridsal Kishimoto
(Kirim pesan ke penulis)

Gambar: Semua gambar milik pribadi

Related Posts :