Sabtu, 01 Maret 2014

Fiesta Story Chapter V: Malaikat Dan Setan



Selama masa penyerangan pada Elderine, Teva menciptakan Guardian Majus untuk melindungi penduduk Isya. Meskipun yakin dengan kekuatan Guardian Majus-nya ia khawatir tentang kekuatan Legel yang merusak tanah dan menghancurkan semua yang ia lindungi. Untuk menjamin keselamatan dirinya, Guardian Majus, dan seluruh Isya. Teva menggunakan kekuatannya untuk menciptakan makhluk suci guna mengawasi Isya dan melaporkan kepadanya kabar orang-orangnya. Malaikat, begitu ia memanggil mereka, mereka memiliki kekuasaan tertinggi untuk melindungi Isya. Secara gaib, mereka dapat berpindah tempat ke tanah Isya dan bertugas sebagai pengamat untuk Teva.

Sementara itu Nik, Dewa Kegelapan, tetap bersembunyi di dalam kegelapan. Dia melihat rahasia Teva membuat malaikat pengamat dan memutuskan untuk membuat makhluk ini berkhianat. Selama berbulan-bulan Nik melihat dan mempelajari mereka, mengintip ke dalam jiwa mereka dan menunggu waktu yang tepat untuk menyerang. Nik sudah siap untuk menanam benih-benih kegelapan dihati para malaikat pengamat yang akan memulai perang rahasia.

Fionna dan Maeryn, menjadi yang paling waspada, berdiri di antara para Malaikat Teva. Teva melihat gairah dan perhatian mereka, dan memberi mereka tugas yang paling penting. Mereka diperintahkan untuk mengamati dua saudara Guardian Majus dari bangsa peri. Selama misi ini Fionna dan Maeryn melihat penghancuran Banen oleh Epith. Mereka terkejut, mengapa masih ada kegelapan pada jiwa-jiwa suci dari makhluk yang diciptakan Teva untuk mengawasi dan melindungi.

Sedih dengan keadaan ini, mereka kembali ke Teva untuk memberitahukan padanya situasi di Isya. Fionna mengatakan bahwa Banen dihancurkan, dan sebagai gantinya. Dari hari ini Fionna akan bersumpah untuk mengawasi dan melindungi mereka dan seluruh Isya. Namun Maeryn tidak memiliki perasaan yang sama. Dia bertanya pada Teva, "Mengapa kita melindungi makhluk-makhluk itu yang mampu membuat kehancuran? Kita harus menghancurkan orang-orang dengan kejahatan dalam jiwa mereka dan hanya melindungi orang-orang yang baik."

Para angel terkejut dengan reaksi, Teva dengan cepat menegur dia atas pernyataannya dan menyuruhnya untuk mengamati hewan kecil, slimes Di Isya sebagai hukuman. Marah dan pahit, Maeryn pergi. Sendirian di pos, Maeryn berusaha keras untuk menyingkirkan pikiran dari kejadian yang baru saja terjadi. Dia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya layak menerima berkat Teva dan menjadi bagian penting dari rencananya. Semakin ia berusaha melupakan, makin dalam ia jatuh ke dalam pikirannya.



Tiba-tiba ia berteriak, "Mereka harus dihancurkan!" Dia terkejut oleh ledakan emosi nya. Ia mulai menangis. "Berhentilah menangis," ia segera berkata pada dirinya sendiri. "Kita tidak layak. Kita adalah Malaikat." Tiba-tiba terdengar suara "Ya," jawab suara dari bayang-bayang. Maeryn memutar tubuhnya untuk menghadapi tamunya, siap untuk membela diri. Tapi itu adalah Nik, dan dalam kegelapan ia menebarkan jaring kebohongan dan menyelimuti pikiran Maeryn dan merusak dirinya dari dalam. Dipenuhi dengan kejahatan, Maeryn mulai menyebarkan ide-idenya, memusnahkan Teva's Angels. Saat itu para malaikat pengikut Maeryn sedang berkumpul di tepi Isya, di mana seorang pria dari Roumen telah meringkuk di kaki Maeryn.

"Aku menangkap orang ini mencuri roti." Ia berseru. "Dia akan berfungsi sebagai pengingat bahwa semua kejahatan harus dihukum!" Di tengah-tengah pasukan malaikat, Maeryn maju dan dengan kekuatannya dia membunuh manusia itu. Ketika kuku mulai menembus kulit dan darah menyembur dari tubuhnya, Maeryn dan orang-orang di sekitarnya mulai berubah. Sayap mereka menjadi hitam dan ujung nya berubah menjadi merah darah. Mereka tumbuh tanduk dan ekor. Seperti boneka, Nik berbisik ke telinga Maeryn dan dari mulutnya ia berbisik kata-kata .... Perang!

Di atas perintah Teva, Fionna melahirkan Malaikat untuk menghadapi musuh-musuh baru mereka. Kedua belah pihak bertempur. Pertempuran besar di langit untuk mencegah kematian penduduk Isya lagi. Perang sengit dilancarkan selama berhari-hari, kakak membunuh adik, sampai Teva tidak bisa lagi menahan pertumpahan darah. Dalam satu kali kejadian, Teva memusnahkan seluruh Angels dan Demons dengan harapan bahwa apa yang baru saja terjadi tidak akan pernah terjadi lagi. Satu-satu bulu malaikat jatuh dari langit ke tanah Isya, dan sementara ia menarik sluruh kuasa dan kekuatan dari makhluk-makhluk suci yang ia ciptakan. Pikiran yang mengerikan tentang pertempuran
surgawi tidak pernah meninggalkan pikirannya.

Sumber: http://fiesta.outspark.com/guides/story


Oleh: Muhammad Jundi Robbani

Related Posts :