Minggu, 02 Maret 2014

Assassin’s Creed Part IV

Terbukti, setiap kali sehabis membunuh sang target utama, ia akan mengobrol-obrol dengan korbannya itu. Mengapa mereka melakukan hal-hal kejam itu? Alasan-alasan omong kosong dari sang korban terus membayangi pemikiran Altair. Yup, di tengah-tengah situasi super genting, Altair mengobrol dengan korban-korbannya. Parahnya, oleh developer game ini, setiap percakapan yang ada tak dikasih teks subtitle apalagi adegan obrolan tersebut, dimanapun, kapanpun dan siapapun, tak bisa dilewatkan alias gamer harus mendengarkan percakapan monoton sepanjang waktu sampe selesai. Padahal game-game lainnya, terutama genre RPG, setiap adegan dialog bisa di-skip.

Altair itu seorang pembunuh yang amatiran, ia tak bisa berenang ketika dalam sebuah misi khusus yang setting pembunuhannya ada di sebuah dermaga, ia salah meloncat dan jatuh ke air, tenggelam dan mati. Ditambah save gamenya secara autosave atau checkpoint saja, tak ada save manual, gamer harus bersabar mengulangi dari awal save itu. Ciri Khas Altair yang slalu berkerudung dan berjubah putih sangat kontras dengan tugas utamanya yang berkaitan dengan Kematian seseorang. Karena sebuah pembunuhan itu pasti mengeluarkan darah, apalagi jika dilakukan secara terang-terangan, darah yang memuncrat pasti tambah banyak. Anehnya, bajunya yang putih itu selalu putih bersih, hanya pedangnya yang terkena noda darah. Seolah-olah, Altarir selalu membawa bubuk deterjen untuk selalu mencuci bajunya agar bersih selalu. Benar-benar 'its so uncool’ menurut saya.

Grafis

Detail arsitektur di kota-kota dalam Assasin Creed, benar-benar mengagumkan..... termasuk bangunan ternama dan sangat bersejarah di dunia, the Dome of Rock. Sayang tak bisa dimasuki. Hampir setiap bangunan bisa dipanjat oleh Altair, asalkan bangunan itu rendah, ada pijakan naik keatas atau ada tangga di dindingnya. Aktifitas para penduduk kota yang terasa real, sesuai di era Perang Salib abad ke-12. Keindahan bentuk kota, baik di dalam kota maupun diluar kotanya tersebut. Detailnya tajam, namun karakternya kurang keliatan tajam. Keindahana kota-kota ini sayangnya hanya terlihat di siang hari, gak ada namanya fitur saing-malam, oleh karena itulah, Si Altair selalu beraksi di siang hari.

Sound

Musiknya lumayan mengena di telinga. Suara dalam setiap adegan dialognya lumayan terdengar agak tak jelas, karakteristik suara dari tiap karakter juga tak jelas. Namun, detail kejernihan orang-orang yang mengobrol di jalanan umum di kota-kota, ataupun teriakan para polisi atau tentara trdengar jelas. Adegan pertarungannya lumayan sangat berisik.

Kesimpulan

Penulis lebih menyukai jika cerita konspirasinya itu hanya berpusat di abad ke-12 saja, atau di tahun 2012, bukannya malah mencampurkan jadi satu semacam gado-gado rasa baru dari teori konspirasi ala novelis Dan Brown dengan teori-teori yang lainnya.
Ketidaklogisan cerita semakin parah ketika gamer akan tahu yang sebenarnya, apakah 'benda keramat' itu?
Ide dasar pembuatan game ini memang cukup bagus, setting ruang dan waktu ala Trilogi POP digabungkan dengan Kwartet serial Sam Fisher beserta tema sang jagoan pembunuh ala seri the Hitman. Begitu diaplikasikan ke real game, hasilnya jadi campur sari, ada manis, asin, asem, pahit. Hmm sedikit tidak jelas.

Minimum System Requirements

Supported OS: Windows® XP/Windows Vista® (only)
Processor: Dual core processor 2.6 GHz Intel® Pentium® D or AMD Athlon™ 64 X2 3800+ (Intel Core® 2 Duo 2.2 GHz or AMD Athlon 64 X2 4400+ or better recommended)
RAM: 1 GB Windows Xp / 2 GB Windows Vista
Video Card: 256 MB DirectX® 10.0–compliant video card or DirectX 9.0–compliant card with Shader Model 3.0 or higher (see supported list)*
Sound Card: DirectX 9.0 or 10.0–compliant sound card (5.1 sound card recommended)
DirectX Version: DirectX 9.0 or10.0 libraries (included on disc)
DVD-ROM: DVD-ROM dual-layer drive
Hard Drive Space : 8 GB
Peripherals Supported: Keyboard, mouse, optional controller (Xbox 360® Controller for Windows recommended)

Supported Video Cards at Time of Release:
ATI® RADEON® X1600*/1650*-1950/HD 2000/3000 series
NVIDIA GeForce® 6800*/7/8/9 series
*PCI Express only supported


Total Disc : 2 DVD
Developer : Ubisoft
Publisher : Ubisoft


Storyline----> 4
Sebuah konpirasi gabungan masa lalu dan masa depan yang terlalu rumit untuk dipahami oleh akal sehat.

Gameplay-----> 6
Jagoannya sok bermoral dan gak bisa berenang.

Graphics-----> 8
Kota Jerusalem, Damaskus, Acre dan Masyaf benar-benar terlihat hidup.

Sound--------> 7
Banyak orang mengobrol di jalan umum.

Replayability----> 7
Mondar mandir seisi kota tak ada bonus unlock armor/weapon.

Total Skor = 6,4


(+) :
- Berkunjung ke kota Jerusalem
- Banyak gaya kombo bertarung

(-) :
- Cuacanya hanya siang hari terus, tak ada malam hari
- Cerita n Gameplay yang gak logis
- Tak ada bonus satupun dlm gameplay
- Jalan-jalan yang monoton
- No subtitle teks at all
- Unskipable cutscene dialog

Oleh : Muhammad jundi robbani

Related Posts :