Minggu, 02 Maret 2014

Assassin’s Creed Part I

Pendahuluan

Game action adventure dari ubisoft ini mengisahkan tentang seorang pembunuh dalam mencari target utama lalu membunuhnya dengan berbagai cara. Cara bermain ini adalah suatu keasyikan tersendiri, apalagi jika dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Assasin Creed juga bertema seperti itu, keunikannya daripada game action stealth lainnya ialah, settingnya di jaman Crusade War. Tepatnya di sekitar kota Jerusalem pada abad ke-12 masehi. Mode gameplaynya semi open ended dan alur cerita yang semi non linear. Dipadu dengan mode 3rd person view serta dibumbui dengan banyaknya unsur-unsur teori konspirasi di masa depan, yaitu pada tahun 2012 masehi, membuat game ini terasa campur aduk. Lalu apakah kaitannya antara masa depan dengan masa lalu?

Cerita

Alkisah, Desmond, seorang bartender biasa di tahun 2012, tiba-tiba diculik oleh sekelompok orang dari perkumpulan Abstergo. Desmond dibawa ke sebuah gedung rahasia, dimana ia bertemu dengan seorang profesor dan asistennya yang menginginkan membuka memorinya demi sebuah misi untuk mencari benda-benda keramat yang tersebar di dunia ini. Kedua orang tersebut percaya bahwa kunci dari pencarian itu berada di dalam otak si Desmond, oleh sebab itu mereka berdua membaringkan Desmond ke sebuah mesin khusus, bernama Animus.

Mesin ini berfungsi mengambil DNA memori si Desmond yang berisi tentang masa lampau dari kakek moyangnya. Leluhurnya itu bernama Altair, seorang anggota dari sebuah organisasi pembunuh bayaran ternama, Hashishin. Ia hidup di abad ke-12 di sekitar kota Jerusalem, pada era Perang Salib. Sehingga Desmond bisa berkelana ke masa lalu, dengan memerankan sang pembunuh bayaran, kakeknya sendiri. Semuanya dilakukan demi menyelidiki apa sesungguhnya benda keramat yang dicari-cari itu. Mengapa disebut benda keramat?

Gameplay

Awal mula bermain, gamer masih berperan sebagai Desmond di masa depan, ia lalu berbaring diatas mesin ANimus, lalu dalam sekian menit gamer akan kembali ke jaman Perang Salib di abad ke-12. Desmond kini berperan sebagai Altair, kakek moyangnya, bekerja sebagai agen pembunuh pada sebuah organisasi misterius dan ternama. Altair, digambarkan sebagai seorang pria Arab berkerudung dan berjubah serba putih, lengkap dengan bersenjatakan tinju tangan kosong, pedang panjang, pedang pendek, pisau tersembunyi di lengan dan pisau-pisau kecil untuk dilemparkan ke arah musuh.

Pada level prolog, Altair gagal dalam tugas pertamanya sebagai pembunuh bayaran dan teman kerjanya tewas dan terluka berat, serta markas besar organisasinya yang terletak di pinggiran kota Masyaf yang ramai diserbu oleh musuh. Ia lalu diadili oleh Mualim, bos organisasinya, dieksekusi mati di depan teman-temannya. Tapi entah bagaimana ceritanya, pada level berikutnya Altair "dihidupkan" kembali oleh Mualim, semua senjata dan keahliannya dalam berakrobatik hilang semuanya.

Oleh : Muhammad jundi robbani

Related Posts :